Apa saja Produk yang Wajib BPOM? Apakah Semuanya Harus?

Produk yang wajib BPOM mutlak dan tidak dapat diganggu gugat sebagai tanda keamanan dan jaminan klaim produk tersebut, adapun daftarnya sebagai berikut.

Berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2017 BPOM tidak hanya memiliki fungsi pengawasan. Badan Pengawas Obat dan Makanan juga harus menjamin keamanan, mutu, serta khasiat produk yang tengah dan akan beredar. Daftar produk yang wajib BPOM tersebut mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Sebuah produk yang telah terdaftar selanjutnya akan diberi izin edar sesuai kategorinya. Izin edar BPOM adalah bukti bahwa produk lulus penilaian berbagai kriteria untuk di pasarkan di Indonesia. Untuk mendapatkan izin ini pemilik perlu mendaftarkan produk mereka ke BPOM dan mengikuti prosesnya.

Bentuk izin edar berupa gabungan kode huruf dan angka yang jumlahnya antara 13 – 15 digit. Pada bagian depan kode terdapat huruf yang menandakan jenis apakah produk tersebut, baru setelahnya kode angka.

Key Point :

  1. Setiap produk yang beredar di pasaran wajib memiliki izin edar BPOM
  2. Beberapa produk mendapat pengecualian sehingga tidak perlu mendapatkan izin edar BPOM untuk diperjualbelikan

Baca juga: Cara Mengurus Izin BPOM: Alur dan Biaya Registrasi

Apakah Semua Produk Wajib Terdaftar di BPOM?

Produk-produk yang dikonsumsi, hirup, tetes, oles, tempel, dan digosok wajib terdaftar di BPOM. Masyarakat atau konsumen dapat melihat keaslian izin edar sendiri melalui laman BPOM online.

Akan tetapi, ternyata tidak semua produk perlu izin BPOM. Lantas, produk apa saja yang wajib BPOM tersebut agar bisa turun ke pasaran? Berikut daftarnya!

  1. Obat

Obat-obatan menjadi satu dari 4 produk yang wajib terdaftar di BPOM dan memiliki izin edar, yaitu :

  • Obat Modern

Jenis ini merupakan obat-obatan dalam sistem kedokteran yang berasal dari buatan pabrik farmasi.

  • Obat Tradisional

Obat tradisional merupakan obat-obatan yang bahan bakunya alami dari alam dan telah terpercaya turun-temurun.

Pada kategori ini ada pengecualian pada jamu gendong, produk ini tidak perlu izin edar. Menurut BPOM alasannya karena usaha perorangan, bahan bakunya tradisional, segar, serta langsung sampai ke tangan masyarakat.

  • Obat Kuasi

Obat kuasi merupakan obat-obatan yang bertujuan mengatasi keluhan ringan, dan bahan aktifnya memiliki efek farmakologi. Contoh dari tipe obat ini adalah minyak kayu putih,  krim pijat, dan obat sejenis.

  • Suplemen Makanan

Produk tersebut tidak termasuk obat dan tidak bisa menggantikan peran obat. Akan tetapi, karena fungsinya untuk merawat kesehatan, menambah stamina dan membantu memenuhi nutrisi, produk perlu izin BPOM.

Contoh produknya seperti berbagai vitamin kemasan

  • Kosmetika

Kosmetika adalah produk perawatan yang penggunaanya hanya untuk bagian luar tubuh. Produk ini tidak hanya skincare tetapi juga termasuk berbagai produk makeup.

  • Pangan

Untuk produk pangan terdapat produk yang wajib memiliki BPOM dan tidak. Semuanya tertuang dalam Perpres No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan Pasal 2.

Produk Pangan yang Wajib BPOM

&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink

Ada 5 produk pangan yang wajib terdaftar di BPOM dan mempunyai izin edar tanpa terkecuali, yaitu :

  1. Produk dengan pengayaan zat gizi atau fortifikasi
  2. Pangan SNI wajib
  3. Pangan hasil bantuan pemerintah
  4. Produk yang tujuannya untuk pengujian pasar
  5. Produk BTP atau Bahan Tambahan Pangan

Semua produk tersebut tanpa terkecuali wajib memiliki izin edar dari BPOM walaupun hanya sekedar untuk sample.

Produk pangan yang Tidak Perlu izin BPOM

Terdapat total 7 produk pangan yang tidak perlu mendapat izin dan terdaftar di BPOM, yaitu :

  1. Hasil produksi rumah tangga
  2. Apabila waktu penyimpanannya kurang dari 7 hari
  3. Pangan impor untuk kebutuhan pendaftaran, penelitian, dan konsumsi pribadi dalam jumlah kecil
  4. Pangan yang tidak dijual langsung pada konsumen akhir
  5. Produk pangan yang penjualan serta pengemasannya langsung pada konsumen dan dalam porsi kecil
  6. Makanan siap saji
  7. Produk makanan yang pengolahannya minimal, misalnya hanya melewati proses pencucian, atau pemotongan.

Perbedaan produk pangan tersebut mungkin cukup membingungkan, tetapi Anda harus memahaminya.  Jangan sampai, produk pangan yang seharusnya terdaftar malah tidak, ini akan mendatangkan masalah di kemudian hari.

Semua produk yang wajib terdaftar di BPOM tersebut izin edarnya harus keluar sebelum turun ke pasaran. Proses BPOM berapa lama tergantung produknya bisa 30 hari atau bahkan 150 hari, cukup lama ya? Belum lagi, apabila gagal terdaftar maka harus mengulang dari awal.

Bagi pengusaha hal ini tentu merugikan tidak hanya dari segi biaya tetapi juga waktu. Oleh karena itu, agar pengajuan izin berhasil dan tidak ada syarat atau tahapan yang terlewat Anda perlu bantuan ahli. Jasa pengurusan BPOM terpercaya seperti kami akan selalu siap sedia membantu sampai selesai.

Produk yang wajib BPOM dari daftar di atas ternyata hampir semuanya, ya? Produk tersebut bila telah terdaftar berarti sudah aman dan terjamin kualitas serta manfaatnya. Pembuktian bahwa produk sudah terdaftar adalah izin edar, tanpa izin edar suatu produk tidak boleh berada di pasaran.