Cara Mendaftarkan Merek Dagang Atas Nama PT

Ketahui bagaimana alur ketika mendaftarkan merek dagang ke kantor direktorat jenderal kekayaan intelektual agar prosesnya lancar dan legal diterima

Sekarang cukup banyak orang ingin mendaftarkan merek dagang karena semakin banyaknya geliat usaha di Indonesia. Ketika hak merek sudah dipegang tentu saja ini dapat menjadi langkah awal dalam ekspansi usaha.

Sehingga produk tersebut nantinya hanya boleh diproduksi atas izin pemegang paten tersebut. Di Indonesia sendiri kita mendaftarkan administrasi terkait brand produk ke DJKI (direktorat jenderal kekayaan intelektual)

Jadi nantinya ketika mendaftarkan merek dagang dapat melihat juga apakah ide kita sudah ada yang punya atau belum. Jika sudah ada yang mematenkan terlebih dulu tentu saja kita tidak dapat melakukan pengajuan.

Hal seperti itu sering terjadi karena terkadang inspirasi antara manusia bisa saja sama. Sehingga penting untuk melakukan beberapa persiapan dulu sebelum mulai masuk pada pendaftaran.

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan secara detail bagaimana persiapan, cara, dan prosedurnya pendaftaran atas nama PT. Sehingga Anda dapat menjadikannya sebagai referensi agar ketika nanti hendak mendaftar tidak kesulitan lagi.

Cek Detail Sebelum Mendaftarkan Merek Dagang

Pada segmen ini kami akan bahas dulu bagaimana detail terkait administrasi yang perlu dipersiapkan. Bahkan sebelum Anda berniat mendaftarkan sebuah brand HKI secara legal ke DJKI.

  1. Cek lisensi

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah melakukan penelusuran terkait brand di DJKI. Jadi sebelum mendaftarkan merek dagang cek dulu di dgip.id apakah sudah ada brand serupa atau belum

Ketika sudah ada secara otomatis Anda harus mencari ide lain atau melakukan tweaking. Sehingga nantinya ketika melakukan pendaftaran bisa diterima dan tidak tercatat plagiat.

  • Brand tidak boleh mendefinisikan produk terkait

Boleh saja sebuah brand merepresentasikan produk tertentu namun sifatnya jangan definisi tunggal. Misalnya mematenkan produk bakso dengan nama bakso jelas tidak boleh.

Lain cerita apabila Anda hendak mematenkan produk bakso dengan nama baksoria misalnya. Jadi brand tidak boleh definitif pada produk yang nantinya akan diperdagangkan.

  • Unik

Unik disini artinya nama, simbol, font, dan aspek desain lainnya tidak boleh sama dengan brand sudah terdaftar. Jadi pastikan sebelum mendaftarkan merek dagang cek desainnya agar dipastikan unik.

  • Brand tidak melanggar peraturan negara

Ketika mendaftarkan produk tidak boleh melanggar peraturan negara misalnya roti rasa ganja. Salah satu contoh lagi misalnya logo barang menggunakan identitas agama tertentu.

  • Merek tidak misleading

Merek tidak boleh mengecoh konsumen ketika nanti berhasil dipatenkan entitas. Misalnya seperti ini sudah ada brand bernama pizza good, namun Anda mendaftar dengan nama pizza goood, itu tidak boleh.

Jadi ketika akan mematenkan sebuah merek tidak boleh ada tujuan mengecoh pelanggan sehingga mengira itu adalah produk lain. Ini jelas melanggar peraturan perundangan dan dapat dikenakan sanksi.

Kelima detail pra administrasi tersebut tentu dapat diimplementasikan sebagai langkah awal. Sehingga ketika sudah berniat untuk melakukan pendaftaran tidak batal karena lima aspek tadi mengganjal.

Persyaratan dan Prosedur Mendaftarkan Merek Dagang

Ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi agar dapat melakukan pendaftaran secara legal ke DJKI. Berikut ini akan kami berikan beberapa detail sehingga Anda dapat menjadikannya acuan ketika mendaftar.

  1. KTP (untuk WNI) atau paspor (WNA)
  2. Contoh merek dagang yang hendak didaftarkan 3 tipe dengan dimensi 2 cm minimal dan 9 cm maksimal
  3. Surat kuasa jika Anda menggunakan jasa atau konsultan HKI
  4. Surat pernyataan atas hak kepemilikan.
  5. Daftar barang atau jasa untuk diberi merek
  6. Tanda Tangan Digital Pemohon

Itu adalah persyaratan untuk mendaftarkan merek dagang yang nantinya perlu Anda persiapkan. Kemudian berikut ini adalah prosedur atau alur pendaftarannya sebagai referensi.

  1. Mengajukan permohonan pendaftaran terlebih dahulu ke kantor direktorat jenderal kekayaan intelektual.
  2. Mengisi formulir pengajuan pendaftaran brand atau kekayaan intelektual ke DJKI. Isi formulir sesuai dengan data yang diminta, sebelum menyerahkan pada petugas cek kembali kebenaran semua datanya.
  3. Setelah menyerahkan formulir pengajuan pendaftaran merek ke DJKI Anda akan menerima pemberitahuan. Maksimal lima belas hari kerja setelah pendaftaran apakah bisa verifikasi atau tidak.
  4. Jika diterima maka selanjutnya DJKI aka melakukan pemeriksaan secara substansial terkait brand didaftarkan. Ini biasanya membutuhkan waktu 150 hari kerja untuk memutuskan diterima atau tidak.
  5. Apabila proses semuanya berjalan lancar maka pihak DJKI akan memberitahukan bahwa produk Anda diterima.

Kelima tahapan tersebut memang memakan waktu cukup lama bisa sampai satu tahun untuk mendaftarkannya. Oleh karena itu Anda memang harus bersabar ketika mendaftarkan merek dagang ke DJKI.

Memiliki kendala dengan Pendaftaran Merek Dagang Anda? Segera hubungi LegalitasKita untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut melalui nomer Whatsapp +62 811-1778-805.