Catat! Hal Penting Seputar Pendirian PT

“Maksud dan tujuan PT adalah daftar bidang usaha yang akan PT anda jalankan. Bidang usaha PT harus sesuai dengan KBLI terbaru yaitu KBLI 2020 dengan jumlah kode KBLI ideal maksimum 10 bidang usaha (kecuali bidang usaha yang mengharuskan hanya 1 bidang usaha khusus seperti bidang usaha konstruksi),”

Anda ingin mendirikan PT? Jangan khawatir, Legalitaskita telah merangkum secara singkat prosedur pendirian PT terbaru di tahun 2022. Untuk mendirikan PT, pertama-tama Anda harus menyiapkan berkas-berkas persyaratan yang dibutuhkan, yaitu:

  1. Fotokopi atau softcopy E KTP para pemegang saham dan para pengurus (Dewan Komisaris dan Dewan Direksi)
  2. Fotokopi NPWP atau softcopy para pemegang saham dan para pengurus (Dewan Komisaris dan Dewan Direksi)
  3. Fotokopi atau softcopy Kartu Keluarga para pendiri perusahaan dan pengurus perusahaan;
  4. Swafoto para pendiri memegang E-KTP dan NPWP;
  5. Alamat email dan nomor telepon para pendiri;
  6. Keterangan tentang kedudukan dan alamat PT Lokal. Jika milik sendiri melampirkan bukti kepemilikan, antara lain:
  7. Fotokopi atau softcopy Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) tempat usaha domisili PT –  Rumah/Gedung/Ruko;
  8. Fotokopi atau softcopy bukti pelunasan PBB tahun terakhir tempat usaha domisili PT – Rumah/ Gedung/ Ruko
  9. Foto Gedung, Ruangan, dan Logo Kantor
  10.  Fotokopi bukti kepemilikan atau penggunaan tempat usaha di mana:

Jika menyewa, dibuktikan dengan perjanjian sewa menyewa antara penyewa dan pemilik tempat.

  1. Apabila di gedung, dibuktikan dengan Surat Keterangan Domisili Gedung.
  2. Apabila di Ruko, dibuktikan dengan surat pernyataan RT/RW tentang domisili kedudukan PT.
  3. Surat keterangan sewa atau surat pinjam pakai Rumah/ Gedung/ Ruko

Selain syarat-syarat tersebut hal pertama yang anda harus persiapkan adalah maksud dan tujuan pendirian PT. Maksud dan tujuan PT adalah daftar bidang usaha yang PT anda akan jalankan. Bidang usaha PT harus sesuai dengan KBLI terbaru yaitu KBLI 2020 dengan jumlah kode KBLI ideal maksimum 10 bidang usaha (kecuali bidang usaha yang mengharuskan hanya 1 bidang usaha khusus seperti bidang usaha konstruksi), hal ini penting untuk diperhatikan agar pada proses selanjutnya seperti pengurusan NIB dan pembukaan rekening bank tidak terkendala.

Anda juga perlu menentukan modal usaha yang akan dicantumkan sebagai modal dasar. Modal yang harus disiapkan dalam pendirian PT berbeda-beda, tergantung bidang usaha yang akan dijalani. Saat ini sistem OSS yang berada di kementerian investasi (BKPM) sudah berbasis risiko, sehingga sudah tidak ada lagi SIUP (Besar/Menengah/Kecil), akan tetapi berdasarkan skala modal (mikro, kecil, menengah dan besar) yang sangat tergantung risiko bidang usaha yang akan dijalani, maka semakin besar risiko usaha maka modal (modal dasar) yang harus disiapkan juga harus lebih besar.

Untuk PT skala mikro modal dasar yang perlu disiapkan adalah 51 juta – 1 Miliar rupiah, PT skala kecil 1 Miliar – 5 Miliar rupiah, skala menengah 5 Miliar – 10 Miliar rupiah dan skala besar di atas 10 Miliar. Sedangkan besaran modal yang harus disetor kan ke rekening perusahaan atau rekening PT adalah 25% dari modal dasar tersebut dengan minimal modal disetor sebesar 51 juta. Besarnya modal juga tergantung ada atau tidaknya WNA yang akan masuk kedalam PT yang didirikan, sebagai pengurus ataupun sebagai pemegang saham. Minimal modal dasar pada PT yang memiliki pengurus WNA adalah 1 milyar.

Kedudukan atau domisili PT juga perlu anda persiapkan. Di beberapa daerah seperti DKI Jakarta berlaku sistem zonasi, sehingga PT harus memiliki alamat sesuai dengan zonasi usaha. Hal selanjutnya selain modal dan alamat PT yang perlu Anda siapkan adalah struktur kepengurusan dan komposisi kepemilikan modal/saham para pendiri di dalam PT yang akan Anda dirikan. Pendiri pada PT minimal 2 orang, namun apabila pendiri hanya 2 (dua) orang sebaiknya komposisi saham tidak 50-50 untuk menghindari kesulitan dalam pengambilan keputusan.

Sebagai tambahan, untuk bidang usaha yang memiliki risiko menengah atau besar Anda mungkin juga harus mengurus izin lanjutan. Izin ini bisa berupa sertifikat standar izin lingkungan, maupun izin khusus tergantung jenis usahanya (contohnya seperti SBUJK, IUJPT, Izin BPOM, IPAK, dsb). Untuk pembahasan jenis-jenis izin khusus ini dapat Anda temukan pada artikel terpisah di website Legalitaskita.

Bagaimana? Sudah siap untuk memulai usaha anda sendiri? Jika Anda masih ingin tahu lebih banyak terkait PT atau ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang prosedur pendirian PT, Anda bisa menghubungi Legalitaskita di 08111778805 atau kunjungi website Kami di www.legalitaskita.id. Kami akan memberikan konsultasi gratis seputar pendirian PT dengan konsultan profesional yang sudah berpengalaman dibidangnya.