Hati-hati, Badan Usaha Ini Memiliki Risiko Tanggung Renteng, Salah Satunya CV

Dalam mendirikan suatu CV, seorang pengusaha perlu mengetahui apa saja risiko-risiko yang nantinya bisa jadi dihadapi. Cari tahu apa saja risikonya di sini!

Apakah Anda tertarik untuk mendirikan suatu badan usaha? Di antara berbagai macam bentuk badan usaha, salah satu badan usaha andalan para pengusaha yang ingin merintis suatu usaha adalah CV.

Namun, sebelum memutuskan untuk mendirikan suatu CV, Anda perlu memahami seluk beluk lengkap seputar badan usaha ini, mulai dari pengertiannya hingga tantangan apa saja yang bisa jadi muncul ketika CV tersebut telah berdiri. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal CV

CV adalah singkatan dari Commanditaire Vennootschap yang asalnya bahasa Belanda. Dilansir dari  Pasal 1 Angka 1 Permenkumham 17/2018[1], CV adalah badan usaha berbentuk persekutuan yang didirikan oleh satu atau lebih sekutu komplementer serta sekutu komanditer untuk menjalankan usaha secara terus menerus.

Peran masing-masing sekutu berbeda-beda dalam pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan. Jika sekutu komplementer aktif menjalankan seluruh kegiatan usaha dan memikul tanggung jawab akan kerugian yang muncul, sekutu komanditer berperan lebih pasif dengan memangku tanggung jawab dalam memberi modal dan memastikan kebutuhan perusahaan terpenuhi.

CV adalah perusahaan yang banyak peminatnya karena beberapa kelebihan. Misalnya, biaya pendirian yang lebih terjangkau sekaligus prosesnya yang relatif mudah.

Meski begitu, layaknya yang sering terjadi di sebuah perusahaan ada beberapa risiko yang mungkin saja menerpa kegiatan usaha di CV Anda kelak.

Maka dari itu, Anda perlu memahami risiko-risiko tersebut sebelum mendirikan suatu CV supaya Anda bisa lebih siap untuk menghadapi rintangan-rintangannya.

Ini Dia 3 Risiko Mendirikan CV

Di balik kelebihan yang akan Anda raup di kala mendirikan suatu CV, terdapat beberapa risiko yang harus siap Anda tanggung ketika masalah-masalah menimpa CV Anda. beberapa risikonya yaitu:

1. Mudah Terbentuk, Mudah Bubar

Meskipun badan usaha ini memiliki proses pembentukan yang relatif lebih mudah daripada bentuk badan usaha yang lain, kemungkinan bubarnya juga relatif lebih mudah.

Pasalnya, CV bisa bubar hanya karena adanya sekutu yang ingin melepaskan diri atau bahkan ingin membubarkan CV tersebut. Hal ini juga bisa terjadi begitu mudah karena CV tidak memiliki suatu landasan hukum yang jelas.

Selain itu, konflik internal antar anggota pun bisa jadi memicu bubarnya suatu CV apabila tidak ada solusi tepat yang bisa melerai pertikaian internal tersebut.

2. Kewajiban Sekutu Komplementer Tak Ada Habisnya

Sebagai pihak yang berperan aktif untuk melaksanakan kegiatan badan usaha, sekutu komplementer memiliki kewajiban yang tak ada habisnya untuk menanggung jalannya perusahaan. Bahkan, harta pribadi milik anggota sekutu komplementer berisiko mengalami penyitaan saat perusahaan pailit.

Di lain sisi, sekutu komanditer tidak memiliki kewajiban akan hal-hal tersebut. Hal ini tentu saja terkesan “kurang adil” untuk salah satu pihak.

Oleh karena itu, kedua belah pihak perlu membuat perjanjian tertulis mengenai risiko ini supaya jika kemungkinan buruk terjadi, kedua belah pihak harus bisa menanggung seluruh kewajibannya masing-masing.

3. Modal yang Sudah Ditarik Kembali

Jika Anda berperan sebagai sekutu komanditer dan telah menanam sejumlah modal, maka kemungkinan modal tersebut bisa dicabut kembali sangat minim. Dengan begitu, kesempatan Anda untuk keluar dari CV dan mendapatkan kembali modal tersebut akan sulit.

Memahami risiko dari pendirian CV adalah hal yang wajib bagi setiap pengusaha, baik Anda nantinya berperan sebagai sekutu yang manapun. Dengan begitu, Anda akan jadi lebih siap dalam menghadapi segala risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.