Makin Mudah, Ajukan Izin Usaha dengan OSS RBA

Cara Mengajukan Izin Usaha Melalui OSS RBA

Pengurusan izin usaha semakin mudah melalui OSS RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach). Hanya dengan mendaftarkan diri secara daring, izin bisa keluar secara cepat.

Ya, baru-baru ini Kementerian meluncurkan OSS berbasis risiko. Secara lebih singkat, sistem ini merupakan pintu untuk mendapat perizinan, berdasarkan tingkat risiko yang dimiliki oleh usaha tersebut.

Hal ini telah diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Apa Saja Data yang Harus Disiapkan?

Untuk mendapatkan izin usaha ini, Anda harus menyiapkan beberapa data, yakni:

  • Pelaku usaha/perorangan
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Namun, ketiga hal ini tidak wajib dimiliki oleh pelaku usaha perorangan. Tapi bila ada, bisa dilengkapi dokumennya.

  • Badan Usaha
  • Masa berakhir legalitas usaha,
  • Alamat badan usaha,
  • Email,
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
  • Nomor telepon badan usaha yang tersedia,
  • Modal disetor.
  • Data Usaha,

Selain hal tersebut, beberapa data terkait usaha yang dijalankan harus dilengkapi untuk pendaftaran OSS RBA, yakni:

  1. Bidang usaha,
  2. Luas lahan,
  3. Lokasi usaha,
  4. Nama usaha yang sudah disiapkan,
  5. Modal usaha,
  6. Jumlah pekerja,
  7. Jenis dan kapasitas produk per jasa per tahun,
  8. Dokumen lingkungan (di bidang usaha yang membutuhkan hal ini).

Ada juga beberapa data tambahan Badan Usaha yang harus dilengkapi, yakni:

  1. Angka Pengenal Importir (API),
  2. BPJS Kesehatan,
  3. BPJS Ketenagakerjaan,
  4. Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP).

Dokumen Pelaku Usaha yang Dibutuhkan

Ada beberapa dokumen pelaku usaha yang perlu disiapkan sebelum mendaftarkan diri. Berikut rinciannya:

  • Perseorangan
  1. Nomor Induk Kependudukan (NIK),
  2. Nama Lengkap yang harus sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP),
  3. Jenis Kelamin,
  4. Tanggal Lahir,
  5. Alamat lengkap sesuai dengan KTP,
  6. Email,
  7. Nomor telepon.
  • Badan Usaha
  1. Nama Badan Usaha
  2. NPWP Badan Usaha,
  3. Nomor SK pengesahan terakhir,
  4. Alamat Badan Usaha.

Kemudian siapkan data diri direksi atau pengurus dari badan usaha tersebut.

  • Untuk Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Pilihan Warga Negara,
  • NIK,
  • Nama lengkap harus sesuai KTP,
  • Jenis Kelamin,
  • Tanggal lahir,
  • Alamat sesuai KTP,
  • Jabatan,
  • Nomor Telepon.
  • Untuk Warga Negara Asing
  • Pilihan Warga Negara,
  • Nomor Paspor,
  • Nama Lengkap sesuai Paspor,
  • Tanggal Kadaluwarsa Paspor,
  • Kewarganegaraan,
  • Jenis Kelamin,
  • Tanggal lahir,
  • Alamat,
  • Jabatan.

Prosedur Izin Usaha

Cara menerbitkan izin usaha melalui OSS berbasis risikocukup mudah. Berikut Langkah yang bisa Anda lakukan:

  1. Buka website www.oss.go.id kemudian klik daftar. Kemudian ikuti petunjuk yang sudah disediakan di website.
  2. Pilih menu yang terletak di pojok kanan atas,
  3. Setelah muncul bar pilihan, maka pilih skala usaha. Apabila memilih UMK, maka modal kurang dari sama dengan Rp5 miliar. Namun apabila pilih non UMK, maka modalnya harus lebih dari Rp5 miliar.
  4. Masukkan data yang sudah disiapkan, sesuai dengan syarat di artikel ini bagian atas,
  5. Baca pernyataan kesetujuan, kemudian klik daftar,
  6. Setelah itu, sistem akan mengirimkan pemberitahuan melalui email yang telah dimasukkan. Klik aktivasi, supaya mendapatkan akses ke OSS RBA.

Kemudahan izin usaha dengan OSS Berbasis Risiko

Dengan mengikuti langkah tersebut, terlihat jika penerbitan izin usaha sudah semakin mudah. Berikut kemudahannya:

  1. Terpusat dan terintegrasi hanya dalam satu pintu sistem,
  2. Memiliki waktu standar untuk pengurusan sesuai dengan bidangnya,
  3. Apabila tidak terbit sampai batas waktu, maka otomatis permohonan perizinan terkabul,
  4. Seluruh biaya hanya terpusat di satu sistem secara online,
  5. Terdapat pengawasan perizinan untuk pelaku usaha,

Itu dia alur perizinan melalui OSS RBA yang harus Anda tahu. Semakin mudah dan cepat ketimbang OSS dengan sistem terdahulu.