Mau Mendirikan PT untuk Tender? Pahami Syarat & Ketentuannya

Pahami dengan baik tulisan ini ketika Anda mulai mengurus pendirian PT untuk tender. Hal-hal penting yang kami bagikan, akan menunjang kesuksesan Anda.

Pendirian PT untuk tender sebenarnya sama saja dengan pendirian PT untuk kepentingan lainnya. Pada dasarnya, semua PT pasti dibentuk untuk kepentingan bisnis (baik barang maupun jasa). Adapun tender, hanya salah satu dari sekian banyak jenis bisnis.

Hanya saja, masing-masing pemberi tender, biasanya memiliki kualifikasi tertentu yang perlu PT miliki ketika ingin mendaftar dalam proyeknya. Pada titik yang lebih teknis inilah Anda perlu menyiapkannya.

Pendirian PT untuk Tender

Sebagaimana sudah kami singgung, prosedur mendirikan PT itu semua sama. Apapun bentuk bisnisnya. Kami sudah menjelaskan syarat dan ketentuan mendirikan PT di artikel lain.

Namun jika tujuan Anda fokus pada usaha mendapatkan tender, kami sarankan untuk membuat PT biasa (bukan perseorangan). Statusnya yang dianggap lebih bonafide, memungkinkan Anda lebih mendapatkan perhatian saat proses seleksi untuk memenangkannya.

Syarat Mendaftarkan PT untuk Ikut Tender

Penting Anda ketahui, memiliki badan usaha berbentuk PT saja tidak cukup untuk ikut mengikuti tender. Setelah memiliki PT, Anda perlu mengurus dan memiliki kualifikasi terkait untuk bisa daftar dan mendapatkan proyek dari pemerintah.

Sayangnya, meski ada syarat yang sama, berdasarkan pengamatan kami, persyaratan di masing-masing instansi kerap berbeda satu sama lain. Baik dalam persyaratan yang bersifat administrasi, maupun yang bersifat teknis.

Namun, kami sudah mengambil titik-titik perbedaan dan persamaan yang bisa Anda perhatikan baik-baik setelah PT Anda berdiri.

1. Pastikan Terdaftar di LPSE (untuk Tender Negara)

Meskipun ada tender dari proyek swasta, Anda pasti ingin juga kan mendapat tender dari proyek negara? Sekarang, hampir semua instansi negara menggunakan sistem online dalam proses menginformasikan produknya. Masing-masing instansi, memiliki situs LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik).

PT yang ingin mendapatkan tender, wajib melakukan pendaftaran di instansi tujuan. Nantinya, hanya PT yang terdaftar dan memenuhi kualifikasi saja yang akan instansi undang mengikuti lelang.

Misalnya Anda ingin ikut tender proyek Dinas Pendidikan, cara mengikuti tender proyek online-nya di LPSE Dinas Pendidikan. Hal ini juga berlaku untuk pendaftaran di dinas atau lembaga pemerintah lainnya (termasuk pemerintah daerah). Silahkan cari LPSE masing-masing instansi di Google.

2. Membuat Skala Permodalan sesuai Target Tender

Dalam proses pendirian PT, Anda juga akan membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) di sistem OSS RBA. Kriteria  permodalan pada sistem OSS RBA terdiri dari beberapa kelas berdasarkan risiko yaitu Skala Kecil, Menengah Kecil, Skala Menengah Besar, dan Skala Besar. Sedangkan kriteria modal usaha PT antara lain:

  1. usaha mikro memiliki modal usaha sampai dengan paling banyak Rp1 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha;
  2. usaha kecil memiliki modal usaha lebih dari Rp1 miliar sampai dengan paling banyak Rp5 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan
  3. usaha menengah memiliki modal usaha lebih dari Rp5 miliar sampai dengan paling banyak Rp10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Dalam praktiknya, setiap proyek kerap mensyaratkan skala permodalan tertentu. Hal ini tergantung dari nilai dan jenis proyek/tender yang di kompetisikan.

Sebagai PT yang baru berdiri, Anda bisa merencanakan akan bersaing dalam proyek skala apa, lalu menyesuaikan dengan skala permodalan PT yang Anda urus.

3. Buatlah Syarat Administrasi Tambahan sesuai Bidang

Pada proyek-proyek tertentu, seperti proyek yang berhubungan dengan  tender proyek konstruksi, LPSE kerap mensyaratkan syarat tambahan. Misalnya, SBUJK (Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi).

Selain di konstruksi, sebagian mensyaratkan sertifikat atau surat khusus semacam ini. Hal ini penting bagi sebagian pemberi tender karena menunjukan tingkat kredibilitas dan profesionalitas perusahaan Anda di bidang tertentu.

4. Pengalaman Mengerjakan Tender bisa Menjadi Poin

Sama seperti dunia kerja, dunia tender juga memperhitungkan faktor pengalaman. Baik dalam menangani proyek swasta, maupun negara. Oleh karena itu, jika Anda baru merintis, ada baiknya tidak terlalu pilih-pilih proyek agar bisa membangun portofolio proyek yang menjanjikan untuk masa depan.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas setelah mendirikan PT untuk tender, semoga PT yang Anda kelola bisa bersaing dengan PT lainnya dan meraih kesuksesan. Khususnya, dalam persaingan lelang tender.