Mengenal Istilah OSS RBA, KBLI 2022, dan SABH/SABU

OSS RBA adalah sistem terbaru yang membuat urusan perizinan badan usaha dengan lebih mudah. Cari tahu upgrade dari sistem OSS RBA dan cara kerjanya di sini!

Apabila Anda telah terbiasa mengurus perihal administrasi legalitas perusahaan, Anda pasti tak asing dengan yang namanya OSS. Apabila sebelumnya Anda menggunakan sistem OSS 1.1, kini ada versi terbaru dari sistem ini, yakni OSS RBA.

Apa itu OSS versi RBA dan bagaimanakah sistem kerjanya? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan lengkap di bawah ini!

Mengenal OSS RBA

Online Single Submission Risk-Based Approach atau OSS RBA adalah salah satu reformasi struktural di bidang perizinan usaha. Sesuai dengan namanya, OSS RBA artinya sistem submisi online tunggal yang berbasis risiko.

Ternyata, sistem perizinan ini telah resmi berjalan sejak Agustus 2021 lalu dengan berlandaskan Undang-Undang No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK)[1]. Sistem ini dapat memproses hal-hal terkait perizinan usaha dengan lebih mudah dan terintegrasi.

Apa saja Update yang Ada pada OSS RBA?

Jika Anda bandingkan dengan pendahulunya, OSS v1.1, OSS RBA telah mengalami upgrade yang  memudahkan user dalam menggunakannya. Beberapa perbedaan yang ada pada OSS versi RBA adalah sebagai berikut:

  • 16 sektor  kegiatan usaha yang telah terpusat.
  • Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) menjadi standar acuan tunggal.
  • Perizinan usaha dikategorikan berdasarkan tingkat risiko sekaligus skala kegiatan usaha sehingga berbagai kalangan bisa mendaftar, termasuk UMKM berisiko rendah.
  • Standar waktu yang lebih jelas dan transparan.
  • Seluruh biaya administrasi dapat pelaku usaha bayarkan secara online.
  • Terdapat subsistem pengawasan khusus.

Sektor Usaha Apa saja yang terdapat di Sistem OSS RBA?

Dalam penerapannya, sistem OSS RBA memfasilitasi para pelaku usaha dengan ketersediaan pilihan sektor yang beragam. Sederet sektor usaha ini lebih lanjut terdapat dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI). KBLI itu sediri berlandaskan Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020[2].

Hingga saat ini, terdapat 21 sektor yang tercantum dalam KBLI, mulai dari Pertanian, Kehutanan dan Perikanan hingga Aktivitas Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya. Untuk memantau list-nya lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi laman resmi OSS.

Dengan banyaknya klasifikasi sektor usaha yang tercantum di KBLI OSS RBA, proses pengurusan perizinan bagi perusahaan di banyak sektor pun tak akan jadi rumit. Faktanya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 1.790 kode spesifik yang tercantum di KBLI.

Perbedaan OSS RBA dan SABH/SABU

Sebelum sistem OSS RBA dikenalkan ke publik, Sistem Administrasi Badan Hukum/Usaha (SABH/SABU) telah terlebih dulu digunakan untuk mengurus administrasi legalitas perusahaan. Sebelumnya, SABH/SABU terkenal dengan nama Sisminbakum. Kemudian, kini SABH/SABU berubah menjadi AHU Online.

Lalu, apa perbedaan dari SABH/SABU atau AHU Online dengan OSS RBA? Ternyata perbedaan antara keduanya adalah fokus administrasi yang berbeda.

Pada SABH/SABU atau AHU Online, administrasi yang diurus cenderung terkait SK badan hukum hingga pendirian badan hukum. Sedangkan, OSS RBA lebih berfokus kepada perizinan suatu badan usaha/komersial.

Meski berbeda, keduanya sama-sama penting untuk keberlangsungan suatu perusahaan, tergantung tujuannya masing-masing.

Tak hanya itu, sistem administrasi keduanya yang serba online juga memudahkan para pelaku usaha untuk menggunakan pelayanan dari kedua platform tersebut.

Nah, itu  dia penjelasan seputar sistem perizinan terbaru dari pemerintah Indonesia untuk para pelaku usaha, yakni OSS RBA. Dengan banyaknya sektor usaha yang tercantum di KBLI, proses pengurusan via OSS RBA pun jadi lebih mudah untuk para pelaku usaha dari berbagai macam sektor dan skala.