Salah Satu Pusat Hiburan di Jakarta Baru-baru ini Ditutup Karena Tidak Memiliki Izin, Lantas Izin Apa Saja Yang Harus Dimiliki Pengusaha Hiburan (Izin Usaha Pariwisata)?

Sebagai pelaku usaha dalam bidang pariwisata, ada izin yang harus Anda miliki. Simak selengkapnya untuk tahu apa saja jenis izin usaha pariwisata.

Izin Usaha Pariwisata adalah izin usaha yang Anda butuhkan ketika Anda memiliki usaha yang bergerak dalam bidang pariwisata. Usaha pariwisata sendiri terdiri dari usaha daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, hingga jasa makan dan minum.

Kali ini Kami akan menjelaskan tentang izin apa saja yang harus pelaku usaha miliki selaku pengusaha pariwisata?

Jenis Perizinan Sektor Pariwisata

Menurut Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2018 jenis perizinan usaha sektor pariwisata terdiri atas:

  1. Izin usaha, yaitu TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata)

Ini wajib Anda miliki ketika Anda sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha).  Lembaga OSS akan menerbitkan izin tanda daftar usaha pariwisata berdasarkan komitmen pelaku usaha.

Selain lembaga OSS, TDUP juga membutuhkan pengesahan oleh menteri, gubernur, dan bupati atau walikota berdasarkan tempat lokasi dan modal usaha pariwisata.

Pengesahan oleh menteri akan Anda perlukan pada jenis usaha yang menggunakan modal asing. Atau penanaman modal dalam negeri yang ruang lingkupnya lintas daerah provinsi.

Sedangkan khusus izin usaha pariwisata DKI Jakarta atau yang lokasinya berada di lebih dari 1 kabupaten, maka cukup pengesahan oleh gubernur.

Untuk usaha yang lokasinya berada dalam daerah kabupaten atau kota, maka TDUP disahkan oleh Bupati atau Walikota. TDUP dalam bentuk elektronik dapat berisi NIB, bidang usaha, nama usaha pariwisata, lokasi usaha pariwisata, tanggal penerbitan TDUP dan kode digital.

Biaya Penerbitan TDUP

Penerbitan TDUP oleh Lembaga OSS tidak memungut biaya dari pelaku usaha.

Untuk Persyaratan Izin Usaha Pariwisata, pemilik usaha harus memenuhi:

● Perizinan Lokasi,

● Izin Lingkungan,

● IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau bukti perjanjian sewa bagi pemilik usaha yang tidak menggunakan bangunan milik sendiri.

● Khusus usaha pariwisata yang menggunakan ruang laut secara menetap, membutuhkan Izin Lokasi Perairan dan Izin Pengelolaan Perairan,

● Untuk penyelenggara jasa transportasi wisata membutuhkan Izin usaha angkutan tidak dalam trayek

● Terakhir Izin Usaha Terminal Khusus ( untuk badan usaha berupa dermaga wisata)

  • Izin Komersial atau Operasional, yaitu Sertifikat Usaha Pariwisata

Sertifikat Usaha Pariwisata wajib Anda miliki jika Anda telah mendapatkan NIB dan TDUP. Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Bidang Pariwisata akan mengesahkan sertifikat ini setelah Anda melaksanakan Sertifikasi Usaha Pariwisata.

Masa berlaku Sertifikat Usaha Pariwisata adalah 3 tahun sejak tanggal penerbitan. Begitu masa Sertifikat Usaha Pariwisata Anda telah berakhir, maka Anda wajib memperbaharuinya.

Usaha pariwisata yang telah atau belum terdapat Standar Usaha Pariwisata dan LSU Bidang Pariwisata, memiliki ketentuan mendaftarkan sertifikat usaha pariwisata, yaitu:

  • Untuk usaha besar wajib memiliki Sertifikat Usaha Pariwisata paling lama 2 tahun sejak TDUP diterbitkan melalui sistem OSS.
  • Sedangkan pada usaha menengah, wajib memiliki Sertifikat Usaha Pariwisata paling lama 4 tahun sejak TDUP diterbitkan.
  • Untuk usaha mikro dan kecil, wajib memiliki Sertifikat Usaha Pariwisata paling lama 6 tahun sejak TDUP diterbitkan.

Pelaporan Pelaku Usaha Pariwisata

Sebagai pelaku usaha, Anda wajib melakukan pelaporan kegiatan usaha pariwisata melalui sistem OSS minimal 1 tahun sekali. Laporan tersebut meliputi:

  • Sarana dan kapasitas usaha yang dimiliki,
  • Jumlah tenaga kerja, baik yang tetap maupun tidak tetap,
  • Jumlah tamu pengunjung,
  • Jumlah pajak tahunan,
  • Hingga tingkat okupansi dan rata-rata harga kamar (khusus untuk usaha jasa penyediaan akomodasi)

Penutup

Agar usaha pariwisata Anda tidak tutup karena tidak mengantongi izin, sebaiknya segera lakukan pengurusan Izin Usaha Pariwisata. Lengkapi dokumen dan persyaratannya, agar izin usaha Anda segera terbit.