Syarat agar Perusahaan Anda dapat Dikukuhkan sebagai PKP

PKP atau Pengusaha Kena Pajak merupakan status spesial yang pemerintah berikan terhadap perusahaan tertentu. Kenali syarat untuk mendapatkannya.

PKP memiliki keistimewaan tersendiri dibanding pengusaha lainnya. Perusahaan profesional, dan bereputasi, umumnya sudah memiliki status ini.

Jika Anda ingin mendapatkannya juga, ada sejumlah syarat yang perlu Anda penuhi. Mengenai syarat ini, tertuang dalam sejumlah peraturan perundang-undangan yang pemerintah tetapkan.

Pada kesempatan ini, kami akan memberikan informasi mengenai syarat serta keuntungannya.

Apa Itu Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Dalam Pasal 1 Nomor 15 Undang Undang Nomor 42 Tahun 2009, pengusaha kena pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang ini.

Penetapan PKP pajak dilakukan langsung oleh Kementerian Keuangan dalam bentuk pengukuhan.

Dengan status yang PKP miliki, ia terikat dengan sejumlah kewajiban terhadap negara.

Dalam Pasal 3A ayat 1 dalam UU yang sama, kewajiban PKP adalah Mengelola PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan pajak penjualan barang mewah. Meliputi kewajiban memungut, menyetor, dan melaporkannya kepada Kementerian Keuangan.

Keuntungan Menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Ada pengusaha yang memburu status pengusaha kena pajak karena bisa mendapat sejumlah keuntungan.

1. Mendapatkan Hak Sesuai Perundang-Undangan

PKP mendapatkan hak berupa mengkreditkan pajak masukan, restitusi kelebihan pajak, serta mengajukan banding atau keberatan. Berbagai hak tersebut tertuang dalam Pasal 9 ayat 8 UU Nomor 42 Tahun 2009.

2. Meningkatkan Prestige Perusahaan di Mata Pasar (Konsumen)

Meski disatu sisi bisa jadi kekurangan karena kewajiban memungut PPN atas barang yang dijual, tapi ini bisa jadi hal positif.

Perusahaan yang secara langsung memungut PPN umumnya mendapatkan citra sebagai perusahaan besar, profesional, dan terpercaya.Faktanya, banyak perusahaan yang memungut PPN yang bukannya bangkrut, tapi malah semakin berkembang.

3. Meningkatkan Reputasi di Hadapan Klien

Status PKP juga berguna untuk membuat klien perusahaan Anda semakin percaya. Legalitas dan pengukuhan langsung dari kementerian, menunjukan bahwa perusahaan Anda terpercaya dan relatif aman dari masalah.

4. Mendapatkan Kemudahan Transaksi Penjualan dengan Bendaharawan Pemerintah

Sebagai PKP, perusahaan yang Anda kelola dapat dengan mudah bertransaksi langsung dengan bendahara yang mengelola anggaran pemerintah.

Persyaratan Pengusaha Kena Pajak

Pada prinsipnya, ada pengusaha yang wajib mengurus PKP dan ada yang tidak wajib -atau memiliki pilihan apakah mau menjadi PKP atau tidak.

Lalu, apa syarat menjadi PKP? Berikut persyaratannya dasarnya:

  • Perusahaan memiliki peredaran dan/atau penerimaan brutonya mencapai Rp4.800.000.000 atau di atasnya dalam satu tahun pembukuan.
  • Perusahaan sudah berbadan hukum. Baik PT, PD, CV, dan yang lainnya semua bisa.
  • Memiliki dokumen yang lengkap untuk kepentingan pengukuhan PKP, meliputi dokumen pendirian, izin, NPWP, dan surat domisili perusahaan.
  • Sudah melalui proses survey dari KPP (Kantor Pelayanan Pajak) setempat lakukan terhadap perusahaan Anda.

Pada prinsipnya, jika perusahaan Anda sudah memiliki peredaran dan/atau penerimaan brutonya mencapai Rp4.800.000.000, menjadi PKP adalah wajib. Jika tidak mengurusnya, maka konsekuensi hukum siap mengintai.

Adapun bagi perusahaan yang masih kecil dengan omset di bawah Rp4.800.000.000, sebenarnya masih bisa menjadi PKP. Bedanya, status PKP bagi pengusaha kecil adalah pilihan. Dengan kata lain, kalau tidak mendaftar tidak akan berkonsekuensi hukum.

Jika semua syarat sudah terpenuhi, Anda bisa langsung datang ke Kantor Pelayanan Pajak setempat untuk mendaftarkan diri. Prosesnya keluarnya pengukuhan biasanya paling lambat 5 hari kerja setelah terbitnya bukti penerimaan surat.

Akhir kata, lakukanlah pendaftaran sesegera mungkin jika Anda sudah masuk kategori wajib jadi PKP. Jika belum, sebaiknya jangan terburu-buru dan pertimbangkan terlebih dahulu.