UD (Usaha Dagang) Tidak ada Lagi, Legalitas Usaha yang bisa Menggantikan UD

Sejak disahkan UU Cipta Kerja, SIUP dan TDP pada Usaha Dagang (UD) tidak diterbitkan lagi. Simak apa saja pilihan legalitas usaha menggantikan UD.

Usaha Dagang (UD) adalah suatu badan usaha yang dijalankan perorangan atau mandiri dengan kegiatan utama berupa perdagangan barang dan jasa. Sejak Pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja, usaha dagang tidak membutuhkan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) lagi.

Karenanya untuk memperluas usaha dagang kecil-kecilan Anda, sebaiknya Anda mengganti UD dengan badan usaha baru. Sesuai dengan PP Nomor 5 Tahun 2021, pemerintah menyelenggarakan izin usaha berdasarkan basis risiko. Kali ini kami akan menjelaskan macam badan usaha sebagai alternatif pengganti UD.

Jenis-jenis Badan Usaha

Ada 2 macam jenis badan usaha:

1. Badan Usaha Berbentuk Badan Hukum, Terdiri dari:

a. Perseroan Terbatas (PT)

Menurut PP Nomor 8 Tahun 2021, berikut ketentuan terkait PT:

  • PT merupakan badan hukum yang merupakan persekutuan modal, berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan usaha.
  • Membutuhkan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham.
  • Pendiri terdiri dari 2 orang atau lebih.

Sedangkan menurut UU Nomor 40 Tahun 2007, modal dasar Perseroan paling sedikit adalah Rp50.000.000. Pengurus juga harus menempatkan dan menyetor modal dasar, paling sedikit 25% dari dengan bukti yang sah.

b. Yayasan

Menurut UU Nomor 16 Tahun 2001, berikut beberapa ketentuan dasar terkait yayasan:

  • Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang terpisah yang tidak mempunyai anggota. Yayasan bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
  • Untuk menunjang pencapaian maksud dan tujuannya, yayasan dapat melakukan kegiatan usaha. Yaitu dengan cara mendirikan badan usaha dan atau ikut serta dalam suatu badan usaha.
  • Yayasan tidak boleh membagikan hasil kegiatan usaha kepada Pembina, Pengurus, dan Pengawas.

c. Koperasi

Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992, berikut beberapa ketentuan terkait koperasi:

  • Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi. Sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
  • Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
  • Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka, dengan pengelolaan yang demokratis.
  • Membagi sisa usaha secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing- masing anggota.

2. Badan Usaha Tidak Berbentuk Badan Hukum, Terdiri dari:

a. Persekutuan Perdata atau Perseroan Perdata

Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata, persekutuan perdata adalah suatu persetujuan antara dua orang atau lebih. Yang berjanji untuk memasukkan sesuatu ke dalam perseroan itu. Dengan maksud memperoleh keuntungan antara mereka.  

Hak-hak dan kewajiban-kewajiban tiap anggota ditetapkan dalam peraturan-peraturan yang menjadikan badan hukum atau perkumpulan itu didirikan atau diakui. Atau menurut akta pendirian sendiri, surat perjanjian sendiri atau reglemen sendiri.

b. Firma

Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang, Firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah satu nama bersama.

Modal perseroan dibagi atas saham-saham atau Sero-sero atas nama atau blangko. Para persero atau pemegangs aham atau sero tidak bertanggung jawab lebih daripada jumlah penuh saham-saham itu.

c. Persekutuan Komanditer (CV)

Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang, Persekutuan Komanditer adalah perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang.

CV didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang persero yang bertanggung jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya. Dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinjaman uang.

Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap persero-persero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap pemberi pinjaman uang.

Penutup

Mengubah badan usaha dapat membuka peluang pengembangan bisnis Anda. Misalnya awalnya usaha dagang makanan Anda berupa makanan ringan kecil-kecilan. Lalu Anda mengubahnya menjadi PT, maka peluang keuntungan menjadi semakin besar dengan risiko yang juga lebih besar.

Itulah beberapa badan usaha yang dapat Anda pilih untuk menggantikan usaha dagang. Pilihlah badan usaha yang Anda suka sesuai dengan karakteristik dan visi misi yang Anda inginkan.