Apakah Setoran Modal PT Harus Berupa Uang?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on reddit
Reddit
Share on email
Email
Modal Perseroan Terbatas (PT) menurut Undang-Undang no. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) terdiri dari Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor.

Modal dasar adalah modal yang terdiri atas seluruh nilai nominal saham. Modal dasar Perseroan menurut pasal 32 UUPT paling sedikit adalah Rp 50.000.000, minimal 25% dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh. Terdapat perubahan tentang modal dasar yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas yaitu besaran modal dasar PT ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri Perseroan Terbatas. Yang berarti tidak ditetapkan lagi modal dasar minimum PT. Tetapi, besaran minimum modal dasar harus sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada dalam UUPT.

Modal ditempatkan adalah modal yang disanggupi pemegang saham untuk dilunasi serta disetorkan, dan Modal disetor adalah saham yang telah dibayar penuh oleh pemegang sahamnya yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.

Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya yang berarti tidak menutup kemungkinan penyetoran saham dalam bentuk lain.  Dalam penjelasan pasal 34 UUPT ayat (1) dan (2) dijelaskan pada umumnya penyetoran saham adalah dalam bentuk uang. Namun, tidak ditutup kemungkinan penyetoran saham dalam bentuk lain, baik berupa benda berwujud maupun benda tidak berwujud, yang dapat dinilai dengan uang dan yang secara nyata telah diterima oleh Perseroan. Penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang harus disertai rincian yang dianggap perlu demi kejelasan mengenai penyetoran tersebut. Nilai wajar setoran modal saham ditentukan sesuai dengan nilai pasar. Jika nilai pasar tidak tersedia, nilai wajar ditentukan berdasarkan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik setoran, berdasarkan informasi yang relevan dan terbaik.

Selain ditentukan berdasarkan nilai wajar yang ditetapkan sesuai dengan harga pasar, dapat pula ditentukan oleh oleh ahli yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Yang dimaksud dengan ahli yang tidak terafiliasi adalah ahli yang tidak mempunyai:

  1. hubungan keluarga karena perkawinan atau keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal dengan pegawai, anggota Direksi, Dewan Komisaris, atau pemegang saham dari Perseroan;
  2. hubungan dengan Perseroan karena adanya kesamaan satu atau lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris;
  3. hubungan pengendalian dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung;

d. saham dalam Perseroan sebesar 20% (dua puluh persen) atau lebih.

Penyetoran saham dalam bentuk benda tidak bergerak harus diumumkan dalam 1 (satu) Surat Kabar atau lebih, dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah akta pendirian ditandatangani atau setelah RUPS memutuskan penyetoran saham tersebut. Maksud diumumkannya penyetoran saham dalam Surat Kabar, adalah agar diketahui umum dan memberikan kesempatan kepada pihak yang berkepentingan untuk dapat mengajukan keberatan atas penyerahan benda tersebut sebagai setoran modal saham, misalnya ternyata diketahui benda tersebut bukan milik penyetor.

Legalitas Kita
Hotline 1 : +62 811 1778 805
Hotline 2 : +62 821 1200 7880
Email : info@legalitaskita.com