Ternyata, Buat PT Ga Perlu Setor Modal Kerja Hingga Puluhan Juta

Apakah benar buat PT ga perlu setor modal kerja hingga puluhan juta? Ini adalah pertanyaan umum yang banyak ditanyakan oleh para pengusaha. Mereka bingung prosedur pendirian PT yang sekarang. Ada yang mengatakan bahwa pendirian PT membutuhkan modal yang besar. Bahkan, harus setor sejumlah uang terlebih dahulu. Apakah benar demikian?

Sekarang ini, mengurus PT berbeda dengan waktu dulu. Jika dahulu pengurusan PT menjadi momok yang besar bagi para pengusaha, kali ini prosesnya lebih sederhana lagi. Pemerintah sepertinya memberikan banyak kemudahan bagi para pengusaha untuk melegalkan bisnis mereka. Jadi, jangan takut dulu saat ingin mendirikan PT.

Satu hal lagi, sekarang ini buat PT ga perlu setor modal kerja yang jumlahnya hingga puluhan juta rupiah. Ada beberapa peraturan yang sudah diubah. Untuk mempelajari tentang hal ini, mari simak informasi lengkapnya berikut.

Peraturan Undang Undang PT tentang Modal Dasar

Sebagai negara hukum, pemerintah mempunyai peraturan tersendiri dalam proses pendirian PT. Sebelum ada peraturan baru, ada beberapa jenis modal yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 yang membahas tentang Perseroan Terbatas. Peraturan Undang Undang ini selanjutnya sering disebut dengan UU PT. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang modal yang diatur dalam UUD No 40 Tahun 2007.

1. Modal Dasar

Modal dasar merupakan semua nilai nominal saham milik Perseroan yang dicantumkan di dalam Anggaran Dasar. Dalam hal ini, total jumlah saham yang diterbitkan oleh perseroan disebut dengan modal dasar. Kemudian, Anggaran Dasar menentukan berapa jumlah saham yang akan dijadikan sebagai modal dasar.

Berkaitan dengan modal dasar ini, Pasal 32 UU PT juga mengatur tentang Perseroan Terbatas. Rinciannya adalah sebagai berikut.

  • Modal dasar yang dimiliki Perseroan Terbatas paling sedikit adalah Rp 50.000.000.

  • Undang Undang yang mengatur kegiatan usaha tertentu bisa menentukan jumlah minimum modal Perseroan yang lebih besar dibandingkan dengan ketentuan modal dasar seperti yang dimaksud dalam ayat (1).

  • Perubahan besarnya modal dasar seperti yang dimaksud pada ayat satu (1), ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah.

2. Modal Ditempatkan

Modal ditempatkan merupakan sejumlah saham yang telah diambil oleh pendiri atau pemegang saham. Saham yang sudah diambil tersebut ada yang telah dibayar dan ada juga yang belum dibayar. Bisa disimpulkan, modal yang ditempatkan itu secara sederhana bisa diartikan sebagai modal yang telah disanggupi oleh pendiri untuk dilunasinya. Saham itu nantinya dimiliki oleh pendiri atau pemilik perusahaan.

3. Modal Disetor

Terakhir, ada juga yang dinamakan sebagai modal disetor. Modal disetor merupakan modal yang telah dimasukkan oleh pemegang saham sebagai bentuk pelunasan pembayaran saham yang sudah diambilnya. Modal yang disetor ini diambil dari modal dasar perseroan. Jadi, modal yang disetor merupakan saham yang sudah dibayar penuh oleh si pemegang atau pemiliknya.

Modal Pendirian PT berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2016

Berdasarkan peraturan yang baru, besarnya modal dasar dan modal disetor ini diatur ulang. Jika dulu modal minimal untuk mendirikan PT adalah minimal Rp 50 juta, berdasarkan peraturan baru, nominalnya disederhanakan lagi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2016, berkaitan dengan Modal Dasar Perseroan Terbatas, berikut penjelasannya.

Modal Dasar Perseroan Terbatas tetap minimal Rp 50 juta (pengusaha di luar kriteria UMKM). Akan tetapi, untuk UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, modal dasar ini ditentukan berdasarkan kesepakatan dari pada pendiri. Besar modal dasar ini dituangkan di dalam Akta Pendirian PT.

Dengan begitu, UMKM yang ingin buat PT ga perlu setor modal kerja sebanyak Rp 50 juta. Besarnya modal dasar bergantung pada kemampuan pemilik modal. Misalnya begini, ada tiga orang yang ingin mendirikan modal. Masing-masing pendiri memiliki modal Rp 500 ribu. Dengan begitu, terkumpullah modal dasar Rp 1.5 juta. Maka, proses pendirian PT ini akan tetap dilayani perizinannya.

Kriteria UMKM yang memperoleh kelonggaran dalam penyetoran modal adalah sebagai berikut. Pertama, usaha mikro yang kekayaan bersih berupa aset maksimal 50 juta rupiah dan omset maksimal 300 juta rupiah. Kedua, usaha kecil yang asetnya lebih dari Rp 50 – 500 juta dengan omset Rp 300 juta – 2.5 miliar. Ketiga, usaha menengah dengan aset lebih dari Rp 500 juta – 10 miliar dengan omsel Rp 2.5 – 50 miliar.

Berkaitan dengan modal pendirian PT, harus ada modal yang disetor sebesar 25%. Modal yang disetor ini harus dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.

Apabila Anda masih belum paham dengan bagaimana pembukaan modal Perseroan Terbatas, Anda sebaiknya segera mendiskusikannya kepada Notaris atau Penyedia Jasa Pendirian PT. Dengan begitu, prosesnya akan lebih mudah dan praktis.

Keuntungan Mendirikan PT

Kenapa Anda harus mendaftarkan usaha Anda sebagai PT? Tentu ada banyak sekali pertimbangan. Akan tetapi, pendirian PT ini memang sangat menguntungkan untuk Anda, lho. Setidaknya, ada 5 keuntungan yang Anda peroleh saat mendirikan PT.

  1. Lebih terpercaya dan professional karena legal dan berbadan hukum.

  2. Akan lebih mudah untuk mendapatkan modal tambahan jika usaha Anda sudah menjadi PT.

  3. Dapat memilih bisang usaha sendiri, apakah ingin fokus di bidang pariwisata, jasa konstruksi, hingga sektor perhubungan.

  4. Memungkinkan membuka kerja sama dengan para pemilik modal asing.

  5. Usaha Anda dilindungi oleh undang-undang dan sudah terdatar di Kementerian Hukum dan HAM.

Itulah beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika memutuskan untuk mendirikan PT. Prosesnya mungkin sulit. Akan tetapi, jika Anda berhasil melegalkan perusahaan Anda, keuntungan di atas pun bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Selain mengubah beberapa hal berkaitan dengan modal mendirikan PT, proses pembuatan PT juga sekarang lebih mudah. Dari yang dulunya ada 13 prosedur, sekarang ini hanya sekitar 7 prosedur saja. Lalu, dari estimasi waktu pembuatannya, dulu membuat PT memerlukan waktu hingga dua bulan. Sekarang ini, hanya memerlukan waktu 2 minggu saja, bahkan 10 hari saja.

Dari segi biaya juga tak kalah dimudahkan. Selain buat PT ga perlu setor modal kerja, biaya pembuatan PT juga sekarang ini lebih murah. Jika dulu membutuhkan biaya hingga Rp 8 juta rupiah, sekarang ini hanya butuh Rp 2.2 juta saja. Lalu, surat izin yang perlu diurus hanya 3, yakni SIUP, TDP, dan Akta Pendirian. Sementara peraturan yang dulu membutuhkan 5 izin untuk mendirikan PT, yaitu SIUP, TDP, Akta Pendirian, Izin Tempat Usaha, dan Izin Gangguan.

Nah, sekarang sudah tahu kan bahwa buat PT ga perlu setor modal kerja hingga puluhan juta? Sekarang yuk legalkan usaha Anda dengan mendirikan PT. Jika Anda perlu bantuan, Anda bisa datang ke jasa pendirian PT dan notaris LEGALITASKITA. Untuk berdiskusi lebih lanjut, Anda juga bisa menghubungi kami pada line dibawah. Dengan akses yang lebih mudah ini, segera legalkan usaha yang sedang Anda geluti.

Share this article:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Legalitas Kita
Hotline : +62 811 1778 805 / +62 821 1200 7880; dan
email : info@legalitaskita.com