Apakah KBLI 46100 Sudah Tidak Efektif ?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on reddit
Reddit
Share on email
Email
Perkembangan dan pergeseran zaman sedikit banyak berpengaruh terhadap jenis-jenis lapangan usaha, maka dari itu KBLI terbaru lahir pada tahun 2017 dengan berpayung pada Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017 untuk menyempurnakan terbitan sebelumnya. Namun, bisakah semua kode baku tersebut relevan terhadap implementasinya?

Guna menyeragamkan konsep, definisi dan klasifikasi kegiatan usaha di Indonesia, maka dibuatlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang lazim dikenal dengan KBLI. Klasifikasi ini terdiri dari struktur pengklasifikasian kegiatan ekonomi yang konsisten dan saling berhubungan, didasarkan pada konsep, definisi, prinsip, dan tatacara pengklasifikasian yang telah disepakati secara internasional. Standar tersebut menyesuaikan dengan International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC),  ASEAN Common Industrial Classification (ACIC) dan East Asia Manufacturing Statistics (EAMS).

Mengapa menggunakan KBLI?

KBLI dibuat tidak hanya sebagai sarana penghitungan statistik untuk mengetahui perbandingan antara data yang dapat digunakan dalam mempelajari perilaku satuan-satuan ekonomi bagi internal pemerintah saja, sedianya KBLI digunakan pula sebagai penentu NIB, Izin Usaha dan perijinan investasi (penanaman modal).

Versi terakhir diterbitkan pada tahun 2015 kemarin, kemudian dimutahirkan kembali setelah mengalami evaluasi menjadi versi terbaru yakni KBLI 2017. Dalam seri terbaru ini diberlakukan kode bidang usaha sebanyak 5 digit, dimana pada KBLI sebelumnya hanya berlaku 4 digit saja yang wajib dicantumkan pada legalitas usaha.

Pembaruan ini menimbulkan konsekuensi terhadap legalitas atau perizinan yang berlaku, dimana perusahaan harus menyesuaikan dengan merubah klasifikasi yang sudah tercantum pada legalitas sebelumnya menjadi KBLI terbaru yang sudah ditetapkan.

Memilih KBLI yang Tepat Untuk Jenis Usaha Anda

KBLI 2017

Menyocokan jenis usaha dengan klasifikasi dalam KBLI memang susah-susah gampang, tidak jarang beberapa orang meminta bantuan konsultan hukum untuk memilihkan kode mana yang sesuai dengan bidang industri yang dijalani. Seperti misalnya makelar atau broker yang menjual barang atas nama pihak lain baik itu perorangan maupun badan usaha, kebanyakan menggunakan KBLI dengan nomor 46100.

Berbicara mengenai KBLI dengan kode 46100, cakupan dari KBLI 46100 diantaranya ialah usaha agen yang menerima komisi, perantara (makelar), pelelangan, dan pedagang besar lainnya, termasuk juga broker  yang menjual atas nama dan tanggungan pihak lain. Seperti misalnya, kegiatan jual beli properti oleh makelar atau agen resmi.

Ruang lingkup lainnya berupa kegiatan yang terlibat dalam penjualan dan pembelian bersama atau melakukan transaksi atas nama perusahaan termasuk melalui internet, dan agen yang terlibat dalam perdagangan. Hal ini dimisalkan seperti sebuah bisnis dalam bentuk perusahaan maupun perorangan yang melakukan peminjaman bendera perusahaan lain untuk melakukan tender tertentu.

Pada implementasinya, jenis kegiatan-kegiatan tersebut sering ditemui dalam dunia bisnis. Namun banyak pengusaha yang tidak mengetahui kecocokan KBLI tersebut dengan jenis kegiatan usaha yang dilakukannya. Maka dari itu, sebaiknya cobalah untuk minta bantuan kepada konsultan hukum dalam pemilihan KBLI yang tepat agar sesuai dengan jenis kegiatan usaha Anda.

Kami membuka line telefon untuk berkonsultasi atas hal tersebut, silakan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

Legalitas Kita
Hotline 1 : +62 811 1778 805
Hotline 2 : +62 821 1200 7880
Email : info@legalitaskita.com