Apakah Perubahan Komposisi Saham Harus Disertai AJB?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on reddit
Reddit
Share on email
Email
Dalam pengertiannya, saham memilki makna sebagai surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham tercantum dalam Akta pendirian perusahaan, dimana masing-masing pemegang saham mendapat bagiannya berupa lembaran saham dengan nominal rupiah. Kemudian bukti pemilikan saham dapat berupa surat saham atau surat kolektif saham yang bentuk dan isinya ditetapkan oleh Direksi. Bagaimana jadinya apabila terjadi pengambilalihan atau pemindahan saham? Berikut ulasannya.

Saham tercantum dalam Akta Pendirian perusahaan pada bagian Modal, dengan memuat beberapa data seperti nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham, rincian jumlah saham, dan nilai nominal saham yang telah ditempatkan dan disetor. Modal dasar Perseroan pula terdiri atas seluruh nilai nominal saham yang dimiliki perusahaan.

Dalam UU PT Nomor 40 Tahun 2007 menyatakan bahwa Setiap pendiri Perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat Perseroan didirikan dalam jangka waktu 14 (empatbelas) hari sejak tanggal penawaran. Masih dari Undang-Undang yang sama, membahas mengenai pengambilalihan, dimana pengambilalihan memiliki definisi sebagai perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham Perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas Perseroan tersebut.

Apabila terjadi pengambilalihan atau jual beli saham, maka dapat didiskusikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Keputusan RUPS sah apabila RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili semua saham dengan hak suara dan keputusan disetujui dengan suara bulat.

Apakah persyaratan pemindahan hak atas saham?

pasar-saham

Persyaratan mengenai pemindahan hak atas saham diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan, dimana mencakup beberapa hal berikut:
1. Keharusan menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham dengan klasifikasi tertentu atau pemegang saham lainnya;
2. Keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari organ perseroan; dan/atau
3. Keharusan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pencatatan dari hasil keputusan pengambilalihan atau pemindahan tersebut tidak melulu berbentuk Akta Jual Beli Saham, dokumen lainnya dapat berupa Keputusan Sirkuler, dan Perjanjian Jual Beli Saham.

RUPS yang dihadiri lengkap oleh pemegang saham dengan hak suaranya menghasilkan risalah RUPS. Risalah RUPS umumnya berisikan persetujuan penjualan saham dan mencantumkan nama-nama para pemegang saham terbaru dan jumlah saham yang dipindahkan, kemudian diterbitkan dalam bentuk Akta Jual Beli Saham.

Pengambilan keputusan di luar RUPS atau yang lebih dikenal dengan Keputusan Sirkuler memiliki kekuatan hukum yang sama dengan Akta Jual Beli Saham maupun Perjanjian Jual Beli Saham. Asalkan semua pemegang saham menyetujui hasil RUPS yang sebelumnya telah diputuskan. Bentuk lain dari pengambilan keputusan diluar RUPS yakni berupa Perjanjian Jual Beli Saham, yang mana bisa Anda minta buatkan kepada Konsultan Hukum  terpercaya, dengan persetujuan oleh Notaris.

Bagaimana kami dapat membantu Anda dalam memudahkan urusan hukum perusahaan Anda? Silakan hubungi kami di nomor berikut.

Legalitas Kita
Hotline 1 : +62 811 1778 805
Hotline 2 : +62 821 1200 7880
Email : info@legalitaskita.com