fbpx

Khusus DKI Jakarta, Penting Untuk Cari Tahu Zonasi Usaha Sebelum Tandatangan Perjanjian Sewa Atau Beli Ruko

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan diberbagai bidang mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaat ruang, selain itu hal tersebut menjadi faktor utama atas ketidakseimbangan struktur dan fungsi wilayah di Provinsi DKI Jakarta. Sehingga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Peraturan Daerah Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014.

Peraturan Zonasi adalah ketentuan yang mengatur pemanfaatan ruang dan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan sesuai dengan rencana rinci tata ruang. Melalui Peraturan ini, Pemprov DKI membagi Zona wilayah kedalam beberapa kategori sesuai dengan peruntukannya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Zona Hutan Kota;
  2. Zona Taman Kota/Lingkungan;
  3. Zona Pemakaman
  4. Zona Jalur Hijau;
  5. Zona Hijau Rekreasi;
  6. Zona Terbuka Hijau Budidaya di Wilayah Pulau;
  7. Zona Pemerintahan Daerah;
  8. Zona Pemerintahan Nasional;
  9. Zona Perwakilan Negara Asing;
  10. Zona Perumahan Kampung;
  11. Zona Perumahan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) Sedang-Tinggi;
  12. Zona Perumahan Vertikal;
  13. Zona Perumahan KDB rendah;
  14. Zona Perumahan Vertikal KDB Rendah;
  15. Zona Perumahan di Wilayah Pulau;
  16. Zona Perkantoran, Perdagangan, dan Jasa;
  17. Zona Perkantoran, Perdagangan, dan Jasa KDB Rendah;
  18. Zona Perdagangan dan Jasa di Wilayah Pulau;
  19. Zona Campuran;
  20. Zona Pelayanan Umum dan Sosial;
  21. Zona Industri dan Pergudangan;
  22. Zona Terbuka Biru;
  23. Zona Pertambangan di Wilayah Pulau;
  24. Zona Konservasi Perairan; dan
  25. Zona Pemanfaatan Umum Perairan.
 

Bagian cetak tebal pada daftar diatas merupakan kelompok dari zonasi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan berusaha. Biasanya dalam pengurusan domisili perusahaan, petugas akan mengecek dan mencocokan alamat usaha Anda dengan Peta Sebaran Zonasi. Apakah memang peruntukannya untuk kegiatan usaha atau malah berada pada kawasan yang tidak tepat. Maka perlu ditelusuri lebih lanjut sebelum Anda melakukan kesepakatan dalam pemilihan domisili untuk perusahaan.

Untuk Peta Zonasi sendiri, memiliki beberapa pengkodean atas klasifikasi wilayah sesuai dengan peruntukan, hal tersebut dapat dilihat dalam daftar berikut:

  1. Zona Perkantoran, Perdagangan Dan Jasa Dan Sub Zona dengan kode warna ungu tua dalam peta, meliputi:
  2. Sub Zona Perkantoran dengan kode K.1; dan
  3. Sub Zona Perdagangan Dan Jasa dengan kode K.2.
  1. Zona Perkantoran, Perdagangan, Dan Jasa KDB Rendah Dan Sub Zona dengan kode warna ungu muda dalam peta, meliputi:
  2. Sub Zona Perkantoran KDB Rendah dengan kode K.3; dan
  3. Sub Zona Perdagangan Dan Jasa KDB Rendah dengan kode K.4.
  1. Zona Perdagangan Dan Jasa Di Wilayah Pulau Dan Sub Zona Perdagangan Dan Jasa Di Wilayah Pulau dengan kode K.5 dan berwarna ungu muda pada peta zonasi.
  1. Zona Campuran Dan Sub Zona Campuran dengan kode C.1 dengan warna oranye pada peta zonasi.
  1. Zona Industri Dan Pergudangan Serta Sub Zona dengan kode warna abu-abu pada peta zonasi, meliputi:
  2. sub zona industri dengan kode I.1; dan
  3. sub zona pergudangan dengan kode G.1
 

Kamipun dapat membantu Anda untuk berkonsultasi mengenai hal tersebut, jangan ragu untuk menghubungi kami pada line telepon dibawah ini.

Legalitas Kita
Hotline 1 : +62 811 1778 805
Hotline 2 : +62 821 1200 7880
Email : info@legalitaskita.com
Share this article:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Try Legalitaskita for FREE Unlimited access to legal documents and legal advice.

FOLLOW US!