Cara mendirikan CV Lengkap dengan Persyaratannya

Bagaimana cara mendirikan CV? Ini adalah pertanyaan yang sering kita dengar di kalangan pebisnis. Untuk yang baru pertama kali terjun di dunia bisnis, Anda mungkin masih bingung bagaimana prosedur yang benar untuk mendirikan sebuah CV. Jangan khawatir, simak informasi lengkapnya berikut.

Akan tetapi, sebelum lebih lanjut membahas tentang prosedur pendirian CV, sudahkah Anda mengetahui tentang apa itu bidang usaha CV? Untuk pemahaman yang lebih baik seputar CV dan proses pendiriannya, artikel ini akan menguraikan secara runut tentang CV. Kita pahami dulu apa itu CV, syarat pendiriannya, hingga prosedurnya.

cara mendirikan cv

Mengenal Apa itu CV

CV merupakan kepanjangan dari Commanditaire Vennootschap atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut dengan Persekutuan Komanditer. CV adalah sebuah persekutuan atau kerja sama yang didirikan oleh seorang yang mempercayakan uangnya atau barangnya kepada pihak lain untuk menjalankan sebuah usaha tersebut. Orang yang menjalankan perusahaan ini sekaligus bertugas sebagai pemimpin.

Ada dua persekutuan dalam usaha dengan jenis CV, yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif merupakan orang yang bertugas menjalankan usaha. Sekutu aktif ini berhak melakukan segala hal yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan termasuk perjanjian yang berhubungan dengan pihak ketiga. Sekutu aktif sering disebut dengan persero pengurus atau persero kuasa.

Kedua, sekutu pasif merupakan sekutu yang menanamkan modalnya di dalam sebuah kerja sama. Dalam arti lain, apabila perusahaan mengalami kerugian, sekutu pasif ini hanya bertanggung jawab pada modal yang telah disertakan. Lalu, apabila perusahaan berhasil membuat keuntungan, sekutu pasif hanya mendapatkan modal yang sudah diberikan. Sekutu pasif juga tidak berhak ikut campur berkaitan dengan kepengurusan atau kegiatan usaha apa pun di dalam perusahaan.

Prosedur Pendirian CV Lengkap dengan Persyaratannya

Setelah memahami apa itu CV seperti yang sudah dijelaskan di atas, selanjutnya kita bahas prosedur pendirian CV. Seperti yang telah dijelaskan di atas, CV bukanlah badan hukum layaknya PT. CV tidak mempunyai kekayaan sendiri. CV juga mempunyai karakteristik unik yang mana hanya perlu didirikan oleh minimal 2 orang yang masing-masing pihak berperan sebagai satu sekutu aktif dan juga sekutu pasif.

Selain itu, berkaitan dengan modal CV, anggaran dasar tak disebutkan pembagiannya dalam pendirian CV. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kepastian pemisahan kekayaan CV dengan kekayaan pada pengusahanya. Dengan begitu, para sekutu harus membuat semacam perjanjian atau kesepakatan yang mengatur hal ini.

Langsung saja berikut adalah tahapan mengurus sendiri pendirian CV. Ada lima tahapan yang harus Anda lalui untuk proses pembuatan CV.

1. Membuat Akta Pendirian CV

Cara bikin CV sudah diatur dalam Pasal 16 hingga 35 KUHD atau Kitab Undang Undang Hukum Dagang. Dalam pasal 19 KUHD, dijelaskan bahwa harus ada minimal dua orang pendiri, yang sekutu aktif serta pasif. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan beberapa dokumen berikut untuk pembuatan akta pendirian CV.

  • Nama terang, pekerjaan, serta tempat tinggal masing-masing pendiri
  • Penetapan nama yang akan dipakai untuk nama CV
  • Keterangan tentang CV ( biasanya berisi maksud serta tujuan CV)
  • Nama sekutu aktif yang berkuasa menandatangani surat perjanjian mengatasnamakan persekutuan.
  • Masa mulai serta berlakunya CV.
  • Pasal-pasal penting yang lain yang berhubungan dengan pihak ketiga sekaligus pendiri persekutuan.
  • Pendaftaran akta ke Pengadilan Negeri pendirian harus disertai dengan tanggal
  • Menetapkan kas CV khusus yang disediakan untuk pihak ketiga sebagai penagih. Jika telah kosong, tanggung jawab sekutu yang berlaku adalah tanggung jawab pribadi.
  • Pengeluaran satu dan/ atau beberapa sekutu dari kewajiban dan juga hak dalam bertugas atas nama sebuah persekutuan.

2. Mendaftarkan Akta Pendirian CV

Setelah memperoleh akta pembuatan CV, selanjutnya Anda harus mendaftarkan akta tersebut ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri setempat. Hal ini sesuai dengan pasal 23 dalam KUHD. Persyaratan lain yang harus dilengkapi untuk mendaftarkan Akta Pendirian CV adalah SKDP atau Surat Keterangan Domisili Perusahaan dan juga NPWP atas nama CV terkait.

Untuk mengurus SKDP, Anda bisa menghubungi kelurahan setempat yang sesuai dengan alamat domisili CV. Sebelumnya, Anda sudah harus menentukan di mana alamat domisili CV. Alamat domisili ini sesuai dengan keterangan yang ada dalam pendirian CV.

Selanjutnya, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama CV bisa didapatkan melalui kantor pajak setempat. Kantor pajak harus sesuai dengan domisili CV.

3. Mengurus Perizinan Usaha

Setelah proses pendaftaran akta CV selesai, selanjutnya Anda harus mengurus izin usaha CV. Izin usaha ini disesuaikan dengan bidang usaha yang saat ini Anda jalankan. Ini juga menjadi salah satu tahapan yang tak boleh dilewatkan dalam mendirikan CV.

Sebagai contoh, apabila usaha CV Anda berkaitan dengan bidang perdagangan, Anda perlu mengurus izin usaha berupa SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan. Pengurusan izin usaha ini bisa dilakukan di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP setempat. Anda juga bisa melakukannya di kantor perwakilan dinas yang terkait.

4. Mengurus TDP atau Tanda Daftar Perusahaan

Supaya proses buat CV lengkap, Anda juga wajib mengurus TDP. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sekarang ini bisa diproses dengan mudah. Anda bisa melakukannya melalui sistem online. Caranya bagaimana?

Anda bisa memanfaatkan sistem OSS atau Online Single Submission. Proses pengurusan TDP secara online ini sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 2018.

5. Mengumumkan Ringkasan Resmi Proses Pendirian CV

Langkah paling akhir dari proses pendirian sekaligus persyaratan CV adalah mengumumkan ringkasan resmi pendirian CV di dalam Tambahan Berita Negara RI. Ini seperti yang tercantum dalam pasal 28 KUHD bahwa setiap usaha wajib mengumumkan petikan aktanya dalam surat kabar resmi.

Keuntungan Serta Kekurangan Mendirikan CV

Sama seperti bidang usaha pada umumnya, mendirikan CV juga memiliki keuntungan dan kekurangan. Untuk memantapkan keinginan Anda dalam membuat CV, berikut adalah keuntungan dan juga kekurangan CV.

Keuntungan memilih CV sebagai jalan usaha:

  • Tidak membutuhkan modal yang besar dalam pengajuannya
  • Syarat pengajuan lebih mudah
  • Prosedur pengajuan lebih sederhana serta sebagian prosesnya bisa diurus secara online.

Kekurangan mendirikan CV:

  • Nama CV mungkin bisa sama dengan CV lain yang sudah terdaftar
  • Nama CV tak mendapatkan pengesahan dari Menkumham
  • CV hanya terdaftar di Pengadilan Negeri
  • Resiko usaha cv¬†bisa sampai melibatkan harta pribadi.

Itulah prosedur pendirian CV yang bisa Anda lakukan sendiri. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa proses ini akan mendapatkan hasil berupa Akta pendirian CV, surat domisili CV, NPWP sekaligus surat keterangan terdaftar wajib pajak, pendaftaran ke Pengadilan Negeri setempat, SIUP, dan juga TDP. Semuanya harus lengkap.

Jika Anda merasa kesulitan untuk mengikuti proses di atas, silahkan hubungi jasa ahli pembuatan CV LEGALITASKITA pada nomor dibawah. Pada umumnya, proses mengurus CV ini memang terlihat sederhana. Akan tetapi, Anda tetap harus bolak-balik mengunjungi instansi terkait untuk menyelesaikan pembuatan CV.

Demikian adalah hal-hal berkaitan dengan cara mendirikan CV lengkap dengan persyaratannya. Jadi, apakah Anda akan mengurus sendiri proses pembuatan CV atau menyerahkannya kepada jasa terpercaya terkait? Semoga informasi ini dapat membuka wawasan Anda terkait prosedur mendirikan CV. 

Share this article:
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Legalitas Kita
Hotline : +62 811 1778 805 / +62 821 1200 7880; dan
email : info@legalitaskita.com